SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA DERO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR . INI ADALAH RUANG MEDIA INFORMASI DESA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK. JANGAN LUPA SELALU IKUTI WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL KAMI UNTUK UPDATE INFORMASI DALAM PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DI DESA DERO DAN INFORMASI ATAU BERITA LAINNYA.

Artikel

Budidaya Padi yang Benar dan Efisien untuk Menghasilkan Panen Melimpah

10 Januari 2024 23:53:45  Suparno Wo Thekle  577 Kali Dibaca  Ragam Artikel Bermanfaat

Dero.desa.id - Budidaya padi merupakan salah satu kegiatan pertanian yang paling penting di Indonesia. Hal ini dikarenakan padi merupakan salah satu bahan pokok yang menjadi sumber karbohidrat utama bagi masyarakat Indonesia.

Untuk mendapatkan hasil budidaya padi yang optimal, maka diperlukan cara budidaya yang baik dan benar. Berikut adalah beberapa cara budidaya padi yang optimal:

1. Persiapan media tanam

Media tanam yang diperlukan untuk budidaya padi haruslah disiapkan terlebih dahulu, yakni minimal selama 2 minggu sebelum proses penanaman dilakukan. Persiapan tersebut dilakukan dengan cara mengolah tanah sebagai media tanam. Sebelum itu, tanah harus dipastikan telah terbebas dari gulma maupun rumput liar.

Proses pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara membajak, mencangkul, atau menggunakan alat-alat mekanis lainnya. Tujuan dari pengolahan tanah adalah untuk menggemburkan tanah, menghilangkan gulma, dan memperbaiki struktur tanah.

Setelah tanah diolah, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar. Pupuk dasar yang diberikan dapat berupa pupuk kandang atau pupuk kimia. Pupuk kandang dapat diberikan sebanyak 10-20 ton per hektar, sedangkan pupuk kimia dapat diberikan sebanyak 150-200 kg per hektar.

2. Pemilihan bibit berkualitas

Benih berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya padi. Benih yang berkualitas mampu beradaptasi dengan baik di lahan sawah, memiliki pertumbuhan yang cepat dan seragam, serta memiliki produktivitas yang tinggi.

Benih padi yang berkualitas dapat diperoleh dari balai benih atau toko pertanian yang terpercaya. Benih padi yang berkualitas biasanya memiliki daya kecambah yang tinggi, yaitu minimal 85%.

3. Persemaian

Persemaian dilakukan untuk menghasilkan bibit yang siap ditanam. Persemaian dapat dilakukan dengan cara langsung di lahan sawah atau di persemaian khusus.

Jika persemaian dilakukan di lahan sawah, maka benih padi disemai dengan cara ditabur secara merata. Jika persemaian dilakukan di persemaian khusus, maka benih padi disemai dengan cara ditugal atau ditanam dalam bedengan.

Persemaian dilakukan selama 25-30 hari. Selama masa persemaian, bibit padi perlu disiram secara rutin dan dilakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma.

4. Penanaman

Penanaman dilakukan setelah bibit padi siap ditanam. Penanaman dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin.

Jika penanaman dilakukan secara manual, maka bibit padi ditanam dengan cara ditanam satu per satu. Jika penanaman dilakukan menggunakan mesin, maka bibit padi ditanam dengan cara disebar secara merata.

Jarak tanam padi yang ideal adalah 25x25 cm atau 30x30 cm.

5. Perawatan lahan

Perawatan lahan merupakan hal yang penting untuk dilakukan selama masa pertumbuhan padi. Perawatan lahan meliputi penyiangan, pengairan, dan pemupukan.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan padi. Penyiangan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin.

  • Pengairan

Pengairan dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah. Pengairan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman padi. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk dasar, pupuk susulan, dan pupuk daun.

Pupuk susulan diberikan sebanyak 2-3 kali selama masa pertumbuhan padi. Pupuk daun diberikan sebanyak 1-2 kali selama masa pertumbuhan padi.

6. Pencegahan hama dan penyakit

Pencegahan hama dan penyakit perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman padi. Hama dan penyakit dapat menyebabkan gagal panen.

Pencegahan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara penggunaan varietas padi yang tahan hama dan penyakit, rotasi tanaman, dan penggunaan pestisida secara bijak.

7. Pemanenan

Panen dilakukan ketika padi telah mencapai fase masak fisiologis. Fase masak fisiologis ditandai dengan warna gabah yang menguning dan bulir padi yang telah mengeras.

Panen dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin. Jika panen dilakukan secara manual, maka padi dipanen dengan cara memotong batang padi dengan sabit. Jika panen dilakukan menggunakan mesin, maka padi dipanen dengan cara menggunakan combine harvester.

Baca Juga Berita Sebelumnya:

Bunga Aprianti
11 Maret 2024 23:40:19
Panen pakai mesin memang lebih efisien. Namun, kadang ada beberapa kendala yang menyebabkan terjadinya gagal panen.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Komentar

 Arsip Artikel

 Facebook

 Aparatur Desa

Back Next

 WhatsApp Center Desa Dero

 class= ,

 Statistik

 Sinergi Program

DTKS Tentang OpenSID
LAPOR Kemendesa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jln Waduk Pondok KM 03
Desa : Dero
Kecamatan : Bringin
Kabupaten : Ngawi
Kodepos : 63285
Telepon : 0
Email : dero@ngawikab.id

 Peta Wilayah Desa

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:742
    Kemarin:6.237
    Total Pengunjung:1.768.766
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.234.244.181
    Browser:Tidak ditemukan