SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA DERO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR . INI ADALAH RUANG MEDIA INFORMASI DESA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK. JANGAN LUPA SELALU IKUTI WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL KAMI UNTUK UPDATE INFORMASI DALAM PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DI DESA DERO DAN INFORMASI ATAU BERITA LAINNYA.

Artikel

Cara Merawat Tanaman Padi Fase Vegetatif dan Generatif

11 Desember 2022 03:11:13  Suparno Wo Thekle  56.771 Kali Dibaca  Ragam Artikel Bermanfaat

Dero.desa.id - Mengapa ilmu tentang cara merawat tanaman padi yang baik dan benar harus dikuasai petani? Tidak lain adalah supaya hasil panen dari tahun ke tahun hasilnya bisa optimal dan laku di pasaran. Padi adalah komoditas utama di Indonesia, sayangnya seringkali kualitas panennya masih rendah.

Rendahnya hasil panen padi dari petani lokal menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah melakukan impor beras. Kualitas rendah beras lokal membuat pasokan untuk kebutuhan dalam negeri tidak tercukupi. Selain itu, rendahnya kualitas membuat beras lokal sulit bersaing di pasar.

Selama ini, kebanyakan petani lokal masih menggunakan cara tradisional untuk merawat tanaman padi mereka. Itupun ilmu yang didapatkan bukan dari narasumber ahli ataupun buku dan sejenisnya, melainkan hanya turun temurun dari nenek moyang saja.

Padahal mengingat beras adalah makanan utama orang Indonesia, pasokan beras sangat dibutuhkan dalam jumlah besar. Jika saja hasil panen padi adalah beras berkualitas tinggi, maka akan memiliki daya saing di pasar lokal maupun luar negeri.

Kalau beras lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional, secara tidak langsung pendapatan petani juga ikut naik. Kita tidak lagi menjadi negara pengimpor beras, melainkan berganti menjadi pengekspor beras bagi negara lain.

Nah, supaya suatu saat nanti Indonesia bisa menjadi negara penghasil beras berkualitas ekspor, sebaiknya memang petani perlu belajar bagaimana cara merawat tumbuhan padi yang benar. Simak cara-cara untuk merawat padi berikut ini.

Cara Merawat Tanaman Padi yang Benar

Agar bisa menghasilkan beras kualitas tinggi, tanaman padi harus mendapatkan perawatan secara baik sejak fase awal hingga saatnya panen. Secara garis besar, cara merawat padi adalah sebagai berikut:

 

1. Perawatan Padi di Fase Vegetatif

Masa awal bibit padi ditanam disebut sebagai fase vegetatif. Perawatan tanaman padi pada fase vegetatif dilakukan selama kurang lebih 50 hari setelah ditanam. Fase vegetatif padi adalah masa dimana bibit padi mulai tumbuh hingga sampai masa reproduksinya.

Cara merawat tanaman padi di fase awal ini difokuskan pada pertumbuhan akar, batang serta daun. Fase vegetatif mencakup juga masa pembentukan dan pertumbuhan yang terjadi pada anakan padi. Merawat tanaman padi pada fase vegetatif membutuhkan perlakuan-perlakuan sebagai berikut:

 

  • Penyemprotan 1 (5 hari setelah tanam), menggunakan kalsium, zinc dan chitosan.
  • Pemupukan (7-10 hari setelah tanam), menggunakan pupuk nitrogen atau urea.
  • Penyemprotan 2 (13-16 hari setelah tanam), menggunakan amonium phospat, silika dan pupuk mikro.
  • Pemupukan 2 (15-20 hari setelah tanam), menggunakan nitrogen dan NPK (urea/ ponska).
  • Nyorok atau matun (21-22 hari setelah tanam), tujuannya untuk pengendalian hama.
  • Setelah tahapan perawatan tanaman padi masa vegetatif dilakukan, lanjutkan dengan perawatan pada masa generatif.

2. Perawatan Padi di Fase Generatif

Fase generatif tanaman padi adalah masa dimana pertumbuhan reproduksi tanaman dimulai. Fokus perawatan padi di fase ini yaitu pada organ reproduksinya, contohnya bunga dan buah. Padi di fase generatif ini sangat membutuhkan nutrisi penting, seperti kalium phospat, kalsium dan boron.

Cara merawat tanaman padi pada fase generatif adalah sebagai berikut:

  • Penyemprotan 1 (50-55 hari setelah tanam), menggunakan kalium phospat.
  • Penyemprotan 2 (60-65 hari setelah tanam), menggunakan kalsium magnesium, boron, silika dan ZPT
  • Penyemprotan 3 (70-75 hari setelah tanam), menggunakan kalium phospat, silika, pupuk mikro dan ZPT GA3
  • Penyemprotan 4 (80 hari setelah tanam), menggunakan kalium nitrat dan pupuk mikro
  • Penyemprotan 5 (85 hari setelah tanam), menggunakan kalsium dan boron
  • Penyemprotan 6 (90 hari setelah tanam), menggunakan kalium phospat dan ZPT GA3 40%
  • Penyemprotan dilakukan dengan tujuan supaya hama wereng tidak menyerang tanaman padi yang berakibat merusak bunga dan buah/ bijinya.

Perawatan Tanaman Padi Harian

Selain melakukan cara merawat tanaman padi pada fase vegetatif dan generatif, masih ada beberapa perlakuan lainnya supaya hasil panen beras bagus. Ini adalah perawatan rutin harian untuk menjaga tanaman padi tetap tumbuh dengan subur, yang terdiri dari:

  • Penyiangan tanaman padi dengan durasi 2 minggu sekali
  • Pengairan sesuai kebutuhan untuk mencegah kekeringan
  • Pengendalian hama yang bisa menyerang tanaman padi. Biasanya jenis hama yang menyerang tanaman padi adalah tikus, wereng, belalang serta walang sangit. Gunakan pestisida organik sebagai bahan pengendalian hama yang aman.
  • Pasang orang-orangan di sawah untuk mengusir burung yang bisa merusak tanaman padi.

Kesimpulan

Dengan mengetahui dan memahami cara merawat tanaman padi yang benar, diharapkan para petani lokal dapat meningkatkan mutu beras yang dihasilkan. Tujuannya, supaya suatu saat nanti beras lokal kita bisa menguasai pasar sendiri dan mampu bersaing di pasar dunia.

Cara merawat tumbuhan padi yang benar bisa dipelajari petani dari berbagai sumber, seperti penyuluh pertanian, buku-buku maupun internet.

Di tulis dari berbagai sumber 

Ipras ANDAFA
16 Januari 2024 10:33:26
Untuk jenis pupuk / nutrisi yang pas Merk dagang ANDAVIT ga3,silika,sitokinin. CALBLUES PLUS kalsium,boron,magnesium,silika,fe,kalium Ada di sini ! shopee.co.id/rakuti_agro
Aan
08 Januari 2024 02:02:15
1. Apabila,padi suda berbunga semua,apa bisa di semprot lagi dgn racun hama?.... 2. Klw pun di semprot lagi, brpa x penyemprotan saat padi siap panen... Mohon masukannya, Terimakasih...!!
AHMAD FAUZI
29 Desember 2023 07:00:08
Apa jenis racun yang mengandung boron, phospat, ZPT GA3, silika, dan yang lainnuya mohon infonya ......terima kasih
Ratono
16 Desember 2023 01:08:16
Cara merawat padi mulai habis tanam Sampai pinis panen

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Komentar

 Arsip Artikel

 Facebook

 Aparatur Desa

Back Next

 WhatsApp Center Desa Dero

 class= ,

 Statistik

 Sinergi Program

DTKS Tentang OpenSID
LAPOR Kemendesa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jln Waduk Pondok KM 03
Desa : Dero
Kecamatan : Bringin
Kabupaten : Ngawi
Kodepos : 63285
Telepon : 0
Email : dero@ngawikab.id

 Peta Wilayah Desa

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:791
    Kemarin:6.237
    Total Pengunjung:1.768.815
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.234.244.181
    Browser:Tidak ditemukan