dero.desa id - Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Bringin, khususnya di Dusun Tegal Duwur, Desa Dero. Pasangan Suparno, Kasun Tegal Duwur yang akrab disapa Mbah Wo Thekle atau Wo Thekle dengan Puji Susanti, dikaruniai bayi kembar perempuan yang cantik dan menggemaskan. Kabar bahagia ini menjadi cerita hangat di Desa Dero pada awal September ini.
Dua bidadari kecil tersebut diberi nama lengkap Ranum Nala Pratidina dengan panggilan Ranum sebagai anak kedua, dan Rhea Nala Pratidina dengan panggilan Rhea sebagai anak ketiga. Keduanya merupakan buah hati dari pasangan Suparno dan Puji Susanti. Kehadiran mereka melengkapi keluarga kecil tersebut setelah anak pertama, Fabregha Satya Pratidina yang akrab disapa Regha.
Keluarga ini dikenal sebagai keluarga yang kental dengan ajaran dan aliran bela diri PSHT atau SH Terate. Sang ayah, Suparno, merupakan warga PSHT dengan pengesahan tahun 2003, sementara sang ibu, Puji Susanti, adalah warga PSHT pengesahan tahun 2018. Bahkan anak pertama mereka, Mas Regha, telah mengikuti jejak orang tuanya yakni pengesahan 2023 dan kini telah menjadi atlet pencak silat aktif.
Bayi kembar Ranum dan Rhea lahir pada tanggal 6 Maret 2026. Saat ditemui oleh tim media website Desa Dero di kediamannya di Dusun Tegal Duwur, Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (4/9/2026), Suparno atau yang akrab disapa Mas Wo Thekle menjelaskan bahwa saat ini usia kedua putri kembarnya sudah menginjak 6 bulan berjalan.
"Alhamdulillah, sekarang sudah 6 bulan berjalan. Sehat, lucu-lucu, aktif. Mohon doanya dari semua dulur-dulur," ujar Suparno sambil menggendong kedua putrinya secara bergantian.
Dalam perbincangan hangat tersebut, Suparno mengungkapkan kebanggaannya sekaligus harapannya. Ia menjelaskan bahwa kakak mereka, Mas Regha, anak pertama telah resmi menjadi atlet pencak silat dan aktif berlatih serta berprestasi. Hal tersebut menjadi pemicu semangat bagi dirinya dan istri untuk mencetak generasi penerus.
Ia berharap kedua anak kembarnya kelak juga menjadi bagian dari keluarga besar SH Terate. Bukan sekadar menjadi warga, namun Suparno memiliki cita-cita yang lebih spesifik.
"Saya dan istri sepakat, inginnya nanti Ranum dan Rhea ini menjadi atlet ganda pencak silat. Kembar, cantik, kompak, kalau main di kategori ganda putri pasti luar biasa. Itu harapan kami sebagai orang tua yang hidup di dunia PSHT," ungkapnya dengan mata berbinar.
Sementara itu, di sisi lain sang ibu, Puji Susanti, menambahkan cerita menarik di balik kelahiran kembar ini. Ia mengatakan bahwa ia memiliki keturunan trah kembar dari ibunya. Artinya, kelahiran Ranum dan Rhea bukanlah kebetulan semata, melainkan berkah garis keturunan.
"Saya memang ada trah kembar dari ibu saya. Jadi waktu dinyatakan kembar, kami tidak terlalu kaget, malah bersyukur sekali. Ini titipan Gusti Allah yang luar biasa," jelas Puji Susanti.
Ia menjelaskan, ia berharap kedua putrinya tumbuh menjadi anak yang sehat, sholehah, berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa bangsa, dan tetap memegang teguh ajaran luhur PSHT yakni berbudi luhur tahu benar dan salah.
Kisah keluarga Suparno ini menjadi inspirasi tersendiri. Dari seorang perangkat desa yang mengabdi untuk masyarakat, sekaligus keluarga pendekar yang menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Kini, dengan hadirnya Ranum dan Rhea, regenerasi atlet pencak silat di Desa Dero seakan telah disiapkan sejak dalam buaian. Masyarakat Dero pun turut mendoakan agar si kembar tumbuh sehat dan kelak menjadi pendekar putri yang membanggakan Desa Dero di kancah nasional.