Dero.desa.id — Kejuaraan Tiga Pilar Cup Piala Persinga 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Alun-alun Kabupaten Ngawi menghadirkan kejutan manis. Tim Tiga Pilar Kecamatan Bringin yang di awal turnamen sama sekali tidak diunggulkan, secara mengejutkan berhasil mengunci gelar Juara 3. Prestasi luar biasa ini diraih setelah mereka menumbangkan tim tangguh Tiga Pilar Kecamatan Gerih dengan skor tipis 2-1 pada laga perebutan tempat ketiga, Sabtu (3/10) sore.
Turnamen Tiga Pilar Cup Piala Persinga 2026 merupakan ajang sepak bola bergengsi yang mempertemukan lintas profesi dan unsur masyarakat di Kabupaten Ngawi. Sebanyak 24 tim bertanding, terdiri dari perwakilan 19 kecamatan serta berbagai instansi vital seperti Kodim, Polres, Kejaksaan, Yonarmed 12 Ngawi, DPRD, OPD, hingga tenaga kesehatan.
Selain menyajikan persaingan sengit di lapangan hijau, turnamen yang dipusatkan di pusat kota Ngawi ini membawa misi besar: mempererat kebersamaan dan sportivitas antarinstansi, menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku UMKM di sekitar alun-alun, serta memupuk kecintaan warga terhadap klub kebanggaan, Persinga Ngawi.
Perjalanan Tiga Pilar Bringin menuju tangga juara penuh dengan perjuangan keras. Tergabung di Grup E bersama Pitu, Kwadungan, dan Kedunggalar, Bringin tampil solid sejak fase penyisihan. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Pitu pada laga pembuka, Bringin bangkit dengan menundukkan Kwadungan 1-0 dan menggilas Kedunggalar 2-0 untuk mengamankan tiket fase gugur.
Ujian sesungguhnya hadir di babak 8 besar. Menghadapi tim kuat Tiga Pilar Sine, Bringin bertarung sengit sebelum akhirnya menang tipis 1-0. Meski langkah mereka menuju partai puncak terhenti di babak semifinal usai mengakui keunggulan Tiga Pilar Ngawi Kota dengan skor 0-3, semangat juang Bringin tak padam. Pada laga penentuan juara ketiga melawan Gerih, yang sebelumnya gugur di semifinal dari Geneng, Bringin tampil leluasa dan mengunci kemenangan 2-1.
Yusak Adi Saputra saat ditemui tim media website Desa usai penyerahan piala tidak mampu menyembunyikan rasa bangga dan terkejutnya."Jujur, sejak awal kami memprediksi Tim Tiga Pilar Bringin bahkan tidak akan lolos sampai babak 8 besar melihat peta persaingan yang begitu ketat," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa pencapaian hingga meraih tempat ketiga ini sungguh di luar dugaan dan merupakan hasil kekompakan yang luar biasa. "Kehadiran tim Bringin di podium juara menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan pantang menyerah mampu melampaui segala keterbatasan," tambah Yusak.
Senada dengan Yusak, Kapten Kesebelasan Tiga Pilar Kecamatan Bringin, Subiyanto (54), mengungkapkan rahasia di balik keajaiban timnya. Ia menuturkan bahwa skuad Bringin diisi oleh jajaran perangkat desa, kepala desa, kepala seksi di kantor kecamatan, serta personel Koramil dan Polsek Bringin.
"Pemain kami didominasi oleh bapak-bapak yang mayoritas sudah berumur 35 tahun ke atas hingga 54 tahun. Bahkan sebagian besar dari kami jarang sekali bermain sepak bola," ujar Subiyanto yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mojo tersebut sembari tersenyum.
Ia menjelaskan bahwa kunci utama kesuksesan timnya terletak pada komunikasi yang cair dan rasa saling percaya antarunsur tiga pilar di tingkat kecamatan. "Kami bertanding tanpa beban, hanya ingin meramaikan, menjaga kesehatan, dan menjalin silaturahmi. Namun saat di lapangan, jiwa sportivitas dan kerja sama bapak-bapak ini ternyata sangat luar biasa," tambahnya.
Subiyanto berharap ajang Tiga Pilar Cup Piala Persinga dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan positif ini tidak hanya menjadi wadah berolahraga, tetapi juga mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan masyarakat, sekaligus membakar semangat warga untuk terus mendukung kejayaan Persinga Ngawi di masa depan.
Baca Juga Berita Sebelumnya: